Arsip Blog

Jumat, 22 April 2011

PERGESERAN BAHASA

A. Konsep Pergeseran Bahasa
Pergeseran bahasa, didefinisikan oleh Weinreich (1953: 68) sebagai penggantian suatu bahasa oleh bahasa lain secara berangsur-angsur, karena akibat dari kontak bahasa dalam situasi imigrasi.
Saat dilahirkan ke dunia ini, manusia mulai belajar bahasa. Sedikit demi sedikit, bahasa yang dipelajari olehnya sejak kecil semakin dikuasainya sehingga jadilah bahasa yang ia pelajari sejak kecil itu sebagai bahasa pertamanya. Dengan bahasa yang dikuasai olehnya itulah, ia berinteraksi dengan masyarakat di sekitarnya.
Beranjak remaja, ia sudah menguasai lebih dua atau lebih bahasa. Semua itu ia peroleh ketika berinteraksi dengan masyarakat atau ketika di bangku sekolah. Hal ini menyebabkan ia menjadi dwibahasawan atau multibahasawan. Ketika menjadi dwibahasawan atau multibahasawan,  ia dihadapkan pada pertanyaan, yaitu manakah di antara bahasa yang ia kuasai merupakan bahasa yang paling penting? Di saat-saat seperti inilah terjadinya proses pergeseran bahasa, yaitu menempatkan sebuah bahasa menjadi lebih penting di antara bahasa-bahasa yang ia kuasai.

PERUBAHAN BAHASA


Makalah ini membahas tiga seri topik sosiolinguistik yaitu perubahan, pergeseran, dan pemertahanan bahasa. Pembahasa tiga topik sosiolinguistik secara bersamaan karena ketiganya memiliki keterkaitan satu sama lain.
Konsep perubahan misalnya yang dikemukakan pada awal pembahasan, menguraikan tentang mengungkap kembali sebuah pertanyaan lama dalam ranah sosiolinguistik, yakni, dapatkah perubahan linguistik diamati? Dan pertanyaan ini sebenarnya sudah dijawab oleh Saussure (1959) dan Bloomfield (1933), bahwa perubahan bahasa tidak dapat diamati, yang mungkin diharapkan dapat amati adalah konsekuensi perubahan itu sendiri.
Banyak alasan sosial yang berbeda untuk memilih kode khusus atau variasi dalam komunitas lintas bahasa. Tetapi pilihan apa bagi mereka yang berbicara dengan bahasa yang kurang  digunakan, di mana orang yang berkuasa menggunakan bahasa dunia seperti bahasa Inggris? Bagaimana faktor politik dan ekonomi mempengaruhi pilihan-pilihan bahasa mereka? Bagian ini akan membahas (1) hambatan dalam melakukan pilihan bahasa yang dihadapi oleh komunitas berbeda, (2)  dampak-dampak yang ditimbulkan dari pergeseran bahasa yang dalam waktu lama dapat terjadinya perubahan atau  lenyapnya bahasa, (3) upaya-upaya apa saja yang dapat dilakukan dalam rangka pemertahanan bahasa, akan dibahas dalam bagian ini.  
 I. Perubahan Bahasa 
A. Konsep Perubahan Bahasa
Perubahan bahasa berkenaan dengan perubahan bahasa sebagai kode, sesuai dengan sifatnya yang dinamis, dan sebagai akibat persentuhan dengan kode-kode lain, bahasa itu bisa berubah.

Sabtu, 16 April 2011

METODE PENGAJARAN BAHASA

Pengajaran bahasa melibatkan sekurang‑kurangnya tiga disiplin, yakni (a) linguistik, (b) psikologi dan (c) ilmu pendidikan. Linguistik memberi informasi kepada kita mengenai bahasa secara umum dan mengenai bahasa‑bahasa tertentu. Psikologi menguraikan bagaimana orang belajar sesuatu, dan Ilmu Pendidikan atau Pedagogi memungkinkan kita untuk meramu semua keterangan dari (a) dan (b) menjadi satu pendekatan,  metode, dan teknik yang sesuai dipakai di kelas untuk memudahkan proses belajar‑mengajar bahasa.
Sejalan dengan perkembangan ilmu linguistik dan ilmu psikologi ini, metode‑metode itu mencerminkan disiplin-­disiplin tersebut di atas, juga ikut berubah. Oleh karena itu, jawaban atas pertanyaan “Apa bahasa itu?" dan "Ba­gaimana bahasa itu dipelajari orang?", dan “Metode apa yang paling baik untuk mengajar bahasa kedua/asing?” sehingga kita masih tetap mencari‑cari jawaban yang tepat atas pertanyaan yang di­ajukan tersebut.
Ada kemungkinan bahwa apa yang sekarang dianggap metode pengajaran bahasa kedua/asing yang paling baik ternyata tidak mernuaskan apabila diperoleh penemuan -penernuan yang datang dari bidang linguistik dan psiko­logi.
Kalau kita meninjau perubahan‑perubahan yang paling menonjol dalam linguistik dan psikologi hingga dewasa ini, yang berpengaruh besar pada pendidikan bahasa sejak era 1970-an, yaitu Grammar  Translation Method, Gouin and The Series Mdethod, Audiolingual Method, Cognitive Code Learning, Community Language Learning, Suggestopedia, Silent Way, Total Physical Response (TPR), dan The Natural Approach.

LANGUAGE AND CULTURE


The Importance of Language
To state that language is important is merely to acknowledge the obvious, yet the significant influence language has on human behavior is frequently overlooked. The ability to speak and write is often taken for granted. Through our use of sounds and symbols, we are able to give life to our ideas-as Henry Ward Beecher once wrote, “Thought is the blossom; language the opening bud; action the fruit behind it.” Or as Cart mill has observed:
Language lets us get vast numbers of big, smart fellow primates all working together on a single task-building the Great Wall of China or fighting Word War II or flying to the moon. It lets us construct and communicate the gorgeous fantasies of literature and the propound fables of myth. It lets us cheat death by pouring out our knowledge, dreams, and memories into younger people’s minds. And it does powerful things for us inside our own minds because we do a lot of thinking by talking silently to ourselves. Without language, we would be only a sort of upright chimpanzee with funny feet and clever hands. With, it we are the self-possessed masters of the planet.

Masalah Moral dalam Ilmu Bahasa dan Penggunaannya


Sejak saat pertumbuhannya, ilmu sudah terkait dengan masalah moral. Ketika Copernicus (1473—1543) mengajukan teorinya tentang kesemestaan alam dan menemukan bahwa "bumi yang berputar mengelilingi matahari" dan bukan sebaliknya seperti yang dinyatakan dalam ajaran agama maka timbullah interaksi antara ilmu dan moral (yang bersumber pada ajaran agama) yang berkonotasi metafisik. Secara metafisik ilmu ingin mempelajari alam sebagaimana adanya, sedangkan di pihak lain terdapat keinginan agar ilmu mendasarkan kepada pernyataan-pernyataan (nilai-nilai) yang terdapat dalam ajaran-ajaran di luar bidang keilmuan (nilai moral), seperti agama. Dari interaksi ilmu dan moral tersebut timbullah konflik yang bersumber pada penafsiran metafisik yang berkulminasi pada pengadilan inkuisisi Galileo pada tahun 1633. Galileo oleh pengadilan agama dipaksa untuk mencabut pernyataan bahwa bumi berputar mengelilingi matahari (Sumantri, 2001:233). 

Jumat, 15 April 2011

A “Methodical” History of Language Teaching


The first step toward developing a principled approach to language teaching will be to turn back the clock about a century in order to learn from the historical cycles and trends that have brought us to the present day. After all, it is difficult to completely analyze the class session you just observed (chapter I) without the backdrop of history. In this chapter we focus on methods as the identifying characteristics of a century of “modern” language teaching effort. What do we mean by the term term “method” by which we tend to characterize that history? How do methods reflect various trends of disciplinary thought? How does currents research on language learning and teaching help us to distinguish, in our history, between passing fads and “the good stuff”? These are some of questions we will address in this chapter.

HIDDEN STRUCTURE


Materi ini membahas tentang penemuan beberapa hal  yang bersifat kimiawi, khususnya tentang persenyawaan dan sebagainya  pada akhirnya banyak menguak rahasia alam yang  tadinya  tak terlihat  menjadi  terlihat .Kiasan cerita penemuan  tersebut  struktur  yang  tersembunyi  dalam  alam (the hidden structure).
       Berbagai penemuan tersebut pada akhirnya dapat membuka atau merubah cakrawala (paradigma) yang tidak di pahami sebelumnya .Sebagai  sebagai contoh  penemuan dari  Paracelsus dan Dalton (mengguraikan) H20 dengan proses kimiawi  yaitu :H2 + O2 =  2H20 Hukum ini mendahului  teori  Gestalt  dalam bidang  psikologi  yang  menyatakan bahwa  keseluruhan adalah lebih dari jumlah unsur .